Postingan

Kimia medisinal 15

 Nama: Dwi Melita Sani Arma NIM: F1F120031 setelah transisi dalam kandungan untuk kehidupan baru lahir, neonatus menjadi semata-mata bergantung pada proses pembersihan obatnya sendiri untuk memetabolisme xenabiotik. Terdapat perubahan dramatis pada aliran darah hati neonatus dan oksigenasi hepatik akibat hilangnya suplai darah umbilikus, peningkatan aliran darah vena porta, dan penutupan bertahap dariduktus venosus shunt selama minggu pertama kehidupan. Perubahan ini yang mungkin mempengaruhi kapasitas metabolisme obat hati neonatal. Ekspresi hepatik sitokrom P450 1A2, 2C, 2D6, 2E1 dan 3A4 berkembang pada tingkat yang berbeda pada periode postnatal, sementara ekspresi 3A7 berkurang. Glukuronidasi hati pada neonatus manusia relatif belum matang saat lahir, yang kontras dengan aktivitas sulfasi hati neonatal yang jauh lebih matang. Link Youtube:  https://youtu.be/-ubxXlV458M

Kimia medisinal 13

 Nama: Dwi Melita Sani Arma NIM: F1F120031 Obat albendazol memiliki kelarutan yang rendah hal ini diperlukan adanya modifikasi salah satunya dengan menambahkan multikompenen seperti asam malat. dengan penambahan asam malat ini membuat kelarutan obat albendazol menjadi lebih baik dikarenakan adanya ikatan hidrogen yang terjadi antara struktur albendazol dengan asam malat. Link Youtube:  https://youtu.be/4pMi7xUH2gY

Kimia Medisinal 11

 Nama: Dwi Melita Sani Arma NIM: F1F120031 Xenobiotik merupakan suatu senyawa zat asing yang masuk ke dalam tubuh dalam bentuk obat-obatan, karsinogen, zat tambahan makanan atau bahan lainnya. Zat asing yang masuk akan dimetabolisme oleh enzim salah satunya enzim sitokrom P450 monooksigenase (CYPs) yang terlibat dalam metabolisme senyawa fisiologis penting bagi tubuh. Link Youtube:  https://youtu.be/iq8ILgaQDNg

Kimia medisinal 9

 Nama: Dwi Melita Sani Arma NIM: F1F120031 prodrug adalah obat yang harus dimetabolisme terlebih dahulu untuk mendapatkan bentuk aktifnya, yang kemudian berinteraksi dengan reseptornya menghasilkan respon farmakologis sehingga pada pasien dengan penyaki hati efek farmakologi yang diharapkan dari pemberian obat dalam bentuk prodrug tersebut tidak terjadi.  Link Youtube:  https://youtu.be/nkoNXH5KB9c

Kimia Medisinal 6

 Nama: Dwi Melita Sani Arma NIM: F1F120031 Amoksisilin termasuk dalam golongan penisilin yang dibuat dengan cara menambahkan gugus amino ekstra ke penisilin untuk melawan resistensi antibiotik. Amoksisilin memiliki struktur yang mirip dengan ampisilin, dengan perbedaan adanya gugus hidroksil pada posisi para cincin benzena. Pengujian aktivitas senyawa basa Schiff hasil sintesis dari amoksisilin terhadap Streptococcus faecalis menunjukkan aktivitas biologis lebih tinggi dibandingkan dengan amoksisilin sebelum dimodifikasi. Link Youtube:  https://youtu.be/cuhD0uR-Gp8

Metode Farmakologi 6

 Nama: Dwi Melita Sani Arma NIM: F1F120031 Leucas cephalotesadalah tanaman yang memiliki metabolit sekunder Asam oleanolat dan turunannya  yang telah dilaporkan untuk berbagai jenis aktivitas farmakologis, seperti aktivitas anti-inflamasi, antioksidan, antikanker, hepatoprotektif, anti-HIV dan antiHCV.:L.cephalotesekstrak tanaman dibuat dengan metode ekstraksi cairan superkritis (SFE) dan asam oleanolat diisolasi dengan kromatografi lapis tipis preparat. Senyawa tersebut diidentifikasi dan dikarakterisasi dengan menggunakan spektroskopi ultraviolet-tampak (UV-VIS), spektroskopi infra-merah transformasi Fourier (FT-IR) dan kromatografi lapisan tipis kinerja tinggi (HPTLC).  Uji MTT digunakan untuk menentukan toksisitas ekstrak tumbuhan dan asam oleanolat menggunakan microplate reader pada 595 nm. Aktivitas anti-demam dari ekstrak tumbuhan dan asam oleanolat diuji secara in vitro dan in silico menggunakan realtime RT-PCR. Link Youtube: https: https://youtu.be/H...

Metodelogi Farmakologi 4

 Nama: Dwi Melita Sani Arma NIM: F1F120031 Tetrasiklin  merupakan turunan dekat naftasenkarboksamida polisiklik. Antibiotik Tetrasiklin merupakan antibiotik spektrum luas yang bersifat bakteriostatik yang mampu menghambat sintesis protein. dimana untuk menguji antibiotik secara mikrobiologi dengan menggunakan metode difusi cakram.   Metode difusi cakram merupakan cara yang paling sering digunakan untuk menentukan kepekaan antibakteri terhadap suatu antibiotik. Pada cara ini digunakan suatu cakram kertas saring (paper disk) yang berfungsi sebagai tempat menampung zat antimikroba Link Youtube :  https://youtu.be/VDdShWch158