Kimia medisinal 15
Nama: Dwi Melita Sani Arma
NIM: F1F120031
setelah transisi dalam kandungan untuk kehidupan baru lahir, neonatus menjadi semata-mata bergantung pada proses pembersihan obatnya sendiri untuk memetabolisme xenabiotik. Terdapat perubahan dramatis pada aliran darah hati neonatus dan oksigenasi hepatik akibat hilangnya suplai darah umbilikus, peningkatan aliran darah vena porta, dan penutupan bertahap dariduktus venosus shunt selama minggu pertama kehidupan. Perubahan ini yang mungkin mempengaruhi kapasitas metabolisme obat hati neonatal. Ekspresi hepatik sitokrom P450 1A2, 2C, 2D6, 2E1 dan 3A4 berkembang pada tingkat yang berbeda pada periode postnatal, sementara ekspresi 3A7 berkurang. Glukuronidasi hati pada neonatus manusia relatif belum matang saat lahir, yang kontras dengan aktivitas sulfasi hati neonatal yang jauh lebih matang.
Link Youtube: https://youtu.be/-ubxXlV458M
Pada saat lahir, nilai rata-rata hemoglobin, hematokrit, dan sel darah merah (SDM) lebih tinggi dari nilai normal orang dewasa.Tindakan klem yang terlambat menyebabkan hemoglobin, hematokrit,dan sel darah merah meningkat. Pada pemecahan normal korpus sel darah merah ini, sering terdapat akumulasi bilirubin (unconjugated) dalam aliran darah bayi baru lahir, menyebabkan keadaan jaundice (kuning) yang fisiologis. jadi karena organ organ didalam tubuh neonotus belum stabil atau belum berfungsi dengan baik maka hal ini lah yang menyebabkan perubahan aliran darah yang pada umumnya terjadi ketika organ didalam tubuh sudah berfungsi dengan normal.
BalasHapus