Metodelogi Farmakologi 4
Nama: Dwi Melita Sani Arma
NIM: F1F120031
Tetrasiklin merupakan turunan dekat naftasenkarboksamida polisiklik. Antibiotik Tetrasiklin merupakan antibiotik spektrum luas yang bersifat bakteriostatik yang mampu menghambat sintesis protein. dimana untuk menguji antibiotik secara mikrobiologi dengan menggunakan metode difusi cakram. Metode difusi cakram merupakan cara yang paling sering digunakan untuk menentukan kepekaan antibakteri terhadap suatu antibiotik. Pada cara ini digunakan suatu cakram kertas saring (paper disk) yang berfungsi sebagai tempat menampung zat antimikroba
Link Youtube : https://youtu.be/VDdShWch158
mengapa pada metode difusi cakra sering digunakan?
BalasHapusjadi Metode difusi cakram itukan adalah
Hapuspengukuran daerah zona bening yang
terbentuk di sekitar kertas cakram yang
digunakan untuk mengetahui aktivitas
antimikroba. diamana metode difusi cakram ini proses pengujian lebih cepat, biaya relatif murah, mudah dan tidak memerlukan
keahlian khusus sehingga kebanyakan pada uji antibiotik menggunakan metode ini
bagaimana daya kerja Tetrasiklin
BalasHapusTetrasiklin memiliki efek bakteriostatik. Mekanisme kerjanya adalah dengan mengikatkan diri pada subunit ribosom 30S. Hal ini akan menghalangi akses aminoacyl-tRNA di lokasi akseptor pada kompleks mRNA-ribosome, sehingga sintesis protein bakteri terganggu.
Hapustujuan dilakukanya difusi agar pada staphylococcus
BalasHapusTujuan dari dilakukan difusi agar adalah seperti yang saya katakan bahwa metode difusi ini digunakan untuk menguji antibiotik pada tetrasiklin dimana pada proses penghambatannya dilakukan dengan melihat penghambatan bakteri stroptococus oleh tetraksiklin.Bakteri Staphylococcus aureus
Hapusmerupakan bakteri yang biasa ditemukan
diluka pada kulit. Luka sulit sembuh apabila
terdapat bakteri yang hidup padanya. Oleh
karena itu perlu zat antibakteri yang
diberikan untuk menghambat adanya
infeksi bakteri. penghambatan ini dapat dilihat memalui kertas cakram yang telah diberi medium tersebut.