Kimia medisinal 4

Nama: Dwi Melita Sani Arma

NIM: F1F120031


Sifat fisiko kimia adalah sesuatu yang menggambarkan karakteristik obat dan membantu menentukan kemampuan obat berpenetrasi, dimana sifat fisiko kimia diantaranya yaitu kelarutan, keofisen partisi dan kompleksasi

Link youtube:

https://youtu.be/E4jdB5D6V8Y

Komentar

  1. Dijelaskan bahwa koefisien partisi mempengaruhi transport obat selama proses farmakokinetika.Bagaimana cara koefisien partisi dapat mempengaruhi karakteristik transport obat selama proses farmakokinetika obat sehingga dapat mempengaruhi obat dalam mencapai target atau sisi aktifnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. koefisien partisi mempengaruhi karakteristik obat transportasi selama fase farmakokinetik dimana koefisien ini partisi ini akan mempengaruhi cara mencapai lokasi obat aksi dari situs administrasi misal seperti suntikan dll, dimana seperti yang kita ketahui bahwa koefisien partisi ini yang mencerminkan kemampuan obat untuk larut dalam fase kedua berair dan lipid dengan adanya perbedaan konstanta dua fase yang berbeda sehingga diperlukan lah data data. Koefisien partisi dapat diukur secara eksperimental dengan berbagai cara (dengan shake-flask, HPLC, dan lain sebagainya) atau dapat diperkirakan melalui perhitungan berdasarkan berbagai metode (berbasis fragmen, berbasis atom, dan lainnya). jadi dapat dikatakan bahwa koefisen partisi ini adalah sebuah parameter yang dilihat dari sifat senyawaa dengan ada nya dua fase yang berbeda yang ditentukan secara in vitro.

      Hapus
  2. Pada contoh kompleksasi dijelaskan bahwa paracetamol sukar larut. Hal apa yang membuat paracetamol sukar larut sehingga dapat membuat obat tersebut menjadi tidak efektif? Dan zat apa yang ada didalam Na2 EDTA yang dapat meningkatkan kelarutan obat parasetamol?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Zat aktif paracetamol tersebutlah yang membuat obat pct menjadi sukar larut sehingga diperlukannya lah adanya kompleksasi berupa penambahan surfaktan yang berupaya untuk meningkatkan kelarutan dari obat pct tersebut, salah satu surfaktan yang dapat digunakankan yaitu Na2 EDTA dimana zatnya dapat berupa asam karboksilat poliamino yang memiliki sifat mudah larut dalam air.

      Hapus
  3. Dijelaskan bahwa kelarutan obat dipengaruhi oleh suhu dan tekanan mengapa demikian? Serta suhu dan tekanan berapa yang baik untuk menghasilkan kelarutan yang baik pada suatu obat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti yang kita ketahui bahwa Kelarutan merupakan keadaan suatu senyawa baik padat, cair, ataupun gas yang terlarut dalam padatan, cairan, atau gas yang akan membentuk larutan homogen. Kelarutan tersebut bergantung pada pelarut yang digunakan serta suhu dan tekanan . Dimana pengaruh suhu terhadap kelarutan hanya berpengaruh secara signifikan apabila fase reaktan memiliki fase gas Untuk fasa padat, semakin tinggi suhu, semakin tinggi kelarutan padatan tersebut dalam suatu pelarut. Dengan naiknya suhu larutan maka jarak antarmolekul zat padat menjadi renggang. Hal ini menyebabkan ikatan antar zat padat mudah terlepas oleh gaya tarik molekul-molekul air, sehingga zat tersebut mudah larut. Sedangkan jika pada tekanan bertambah maka kelarutanpun akan bertambah contoh seperti ketika senyawa obat tersebut bersifat gas maka suatu kenaikan tekanan pada sistem tersebut pada keadaan kesetimbangannya menyebabkan posisi kesetimbangannya menggeser ke arah yang menyebabkan penurunan tekanan. Jika reaksi berlangsung kanan maka lebih banyak solut gas yang larut, jumlah solut dalam fase gas akan berkurang. Suatu pengurangan jumlah mol gas yang menyebabkan penurunan tekanan. Jadi suatu penambahan tekanan
      dari luar akan menyebabkan kenaikan kelarutan gas, dan proses inilah yang menyebabkan tekanan turun ke arah harga semula.
      Dimana untuk suhu dan tekanan yang baik pada kelarutan obat itu tergantung kembali lagi pada senyawa obat tersebut cobtoh seperti kelarutan obat isobutana dalam air itu baiknya pada suhu 25 derajat c

      Hapus
  4. Kesimpulan pertanyaan 1, Koefisien partisi dapat mempengaruhi cara obat untuk mencapai target atau sisi aktif dimana koefisien partisi mencerminkan kemampuan obat untuk larut dalam dua fase yaitu air dan lipid dengan adanya perbedaan konstanta dari dua fase tersebut yang dapat diukur dengan berbagai metode seperi HPLC dan berbasis atom dilakukan secara in vitro.

    Kesimpulan pertanyaan 2, paracetamol sukar larut dalam air karena zat aktifnya sehingga diperlukan adanya kompleksasi yaitu penambahan surfaktan berupa Na2 EDTA dimana merupakan asam karboksilat poliamino yang memiliki sifat mudah larut air. Sehingga membuat paracetamol dapat mudah larut dalam air.

    Kesimpulan pertanyaan 3, kelarutan obat dipengaruhi suhu dimana semakin tinggi suhu semkain tinggi kalarutan obat karena jarak antarmolekul zat padat menjadi renggang sehingga zat pada mudah terlepas oleh gaya tarik molekul-molekul air. Sedangkan pada tekanan jika ada penambahan tekanan dari luar akan menyebabkan kenaikan kelarutan gas, dan proses inilah yang menyebabkan penurunan tekanan yang membuat senyawa obat lebih larut air.
    Untuk suhu dan tekanan yang baik tergantung pada senyawa obat seperti kelarutan obat isobutana dalam air itu baiknya pada suhu 25°C.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Farmakologi 6

Kimia Medisinal 2